Tuhan berhasil membuat ramuan yang dihasilkan dari campuran jarak dan waktu. Dan aku sekarang merindukanmu. Keracunan? Mungkin.
acimizy latke
your favorite 'what if' | @rindu_eve | @acimizy | http://acimizy.blogspot.com
feel free to askdulu kita saling mencukupkan — sekarang kita saling meniadakan
Human Flowers by Cecelia Webber
(via heyyohhhh)
Saya bangga menjadi orang Indonesia, tapi hari ini saya malu.
Pagi ini, Jakarta dikejutkan oleh press conference promotor yang rencananya akan mendatangkan Lady Gaga untuk mengadakan konser di sini. Dan tak lama, berita itu mendunia. Salut, FPI - sekarang kita adalah bangsa yang picik, fanatik, dan bodoh di mata dunia. Ini semua “jasa” kalian.
Teman-teman di Twitter yang beragama Islam lebih terluka dan marah dibanding saya. Mereka merasa FPI telah mencoreng nama baik Islam. Saya memahami perasaan mereka, dan saya pun akan berpikir seperti itu jika saya beragama Islam.
Fanatisme. Apa pun bentuknya, apa pun yang dibela, akan membuat pelakunya, siapa pun itu menjadi orang yang sombong dan berpemikiran sempit. Bukan melulu soal FPI dan Islam, tapi fanatisme terhadap agama lain dan hal-hal lainnya juga.
Di Gereja pun, banyak orang Kristen yang merasa dirinya lebih suci dan lebih benar, bukan saja jika dibandingkan dengan orang lain. Dengan saudara-saudara seimannya pun begitu. Perempuan perokok itu pasti perempuan nakal. Peminum itu pasti neraka jatahnya.
Orang-orang seperti ini membuat Tuhan terdengar seperti sosok yang keji dan jahat. Tuhan yang tidak Maha Mengerti. Tuhan yang kaku. Tuhan yang tidak punya kasih. Tuhan yang tidak cocok untuk ada di jaman sekarang. Padahal Tuhan tidak seperti itu…
Jika kita ingin memperoleh simpati orang lain, kekerasan bukanlah strategi yang baik. Jika kita ingin dihormati oleh orang lain, ancaman dan rasa takut bukanlah cara untuk mencuri hati siapa pun. Dan FPI terus menerus melakukannya, bukan hanya hari ini saja.
Saya memahami bahwa budaya barat belum sepenuhnya dapat diterima oleh bangsa ini, tapi menutup diri dan menganggap diri lebih baik tidak akan membuat kita lebih mulia dan maju dibanding bangsa apa pun di dunia. Menghalangi umat Kristen beribadah tidak membuat umat Kristen terlihat lebih kotor dan berdosa dibanding umat Islam.
Fanatisme terhadap seorang tokoh pun adalah kebodohan bagi saya. Dan cinta adalah salah satu bentuk fanatisme yang mungkin paling heroik yang pernah dilakukan oleh siapa pun. Namun sebenarnya orang yang kita cintai pun tidak sebegitunya perlu kita bela. Apalagi Tuhan. Siapakah kita ini sampai-sampai Tuhan Yang Maha Kuasa itu perlu kita bela?
Segala sesuatu itu harus tepat takarannya, tidak boleh lebih dan jangan berkurang. Baik keimanan kita terhadap Tuhan, maupun rasa sayang kita kepada seseorang. Dan jika memang benar Lady Gaga adalah seorang pemuja setan, apakah lalu orang-orang yang beriman dan menghujatnya itu lebih baik di mata Tuhan? Dan apakah dengan mencintai seseorang sedemikian setengah-matinya akan membuatnya mencintai kita dengan kadar yang sama? Pengalaman saya membuktikan tidak seperti itu.
Hari ini saya malu, sedih, dan putus asa. Indonesia terlalu besar dan terlalu mulia untuk dikuasai oleh segerombolan preman yang berkedok agama. Namun hal itulah yang terjadi.
(Dan saya sadar, tulisan ini bukan sekedar mengenai FPI. Saya terlalu banyak curcol di sini. Haha).
(Source: mandalawangi, via kuntawiaji)
Street Art By BR1
why is this not on the tumblr radar
coz tumblr radar is for white people and their boring work
^^^^^
(via loveyourchaos)